2 Anak Kembali Bersekolah Dibantu JW Wanatirta

Wanatirta (Suarapaguyangan.com) – Senyum ceria terlihat menghiasi wajah Ismatun Amanah (13) putri dari Sakrup Dukuh Karanganyar Rt 10/04 dan Ali sodikin (13) putra Rustam Dukuh Karanggandul Rt 05/04 Desa Wanatirta. Setelah mereka bisa melanjutkan ke SMP pilihan mereka, Sabtu (7/10).
Kembalinya mereka berdua Ismatun di SMP Nurusshibyan Paguyangan dan Ali Sodikin di SMP Muhammadiyah 01 paguyangan, berkat kegigihan Ikmah Melani (25), Jurnalis Warga (JW) dari Desa Wanatirta yang membujuk kedua anak tersebut dan meyakinkan orang tua keduanya.
Menurut Ikmah, dua anak tersebut terdata pada data Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM), yang dilaksanakan pada bulan maret kemarin.
” Kedua anak tersebut datanya ada, kemudian saya datangi, ternyata semangat dari kedua anak tersebut masih sangat tinggi untuk bersekolah, akhirnya saya menemui orang tua mereka yang ternyata juga sangat senang bisa dibantu,” ujarnya.
Masih menurut Ikmah, saya berani bergerak seperti ini karena Kabupaten Brebes sedang ada program Gerakan Kembali Bersekolah yang sedang di laksanakan se Kabupaten Brebes, dan saya juga di bantu ketua RW saat menemui orang tua kedua anak tersebut.
Ketua RW 04 Desa Wanatirta Topik, mengatakan, pihaknya sangat senang dengan adanya GKB ini, semoga program ini tidak hanya program sesaat saja.
” Saya sangat senang dengan adanya program seperti ini, karena dapat membantu anak-anak yang tidak mampu bisa bersekolah kembali, program seperti inilah yang akan memajukan desa untuk masa depan berikutnya, dengan banyak anak sekolah, banyak juga orang yg pintar dan bisa membangun desa lebih maju,” kata Topik.
Sedangkan Sakrup dan Rustam kedua orang tua dari anak yang dikembalikan merasa senang dan berterima kasih dengan semua pihak yang telah membantu anaknya kembali sekolah.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Paguyangan, Prastowo, S.Pd memastikan bahwa anak tersebut diterima di sekolahnya dan dipastikan tidak ada pungutan lainnya lagi.
” Administrasi yang kami bebankan hanya untuk ujian semesteran saja dan itu relatif kecil, sedangkan lainnya itu gratis, termasuk baju, dan setelah ini dipastikan tidak ada pungutan lainnya,” tandasnya. (LA)
Sumber :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *